Life
Saat kita masih kecil mungkin yang ada di pikiran kita adalah kapan kita bisa cepat dewasa seperti kakak atau kedua orang tua kita. Tapi kemudian kita semakin beranjak dewasa dengan mulai memasuki bangku kuliah. Saat itu rasanya mungkin kita sudah dewasa & memasuki tahap yang sejak kecil diidam-idamkan. Tapi hidup tidak hanya berhenti sampai masa kuliah. Kita akan semakin dewasa dan tua.Kini saat sudah di pertengahan usia antara 20 dan 30, gua mulai berpikir: “Enaknya saat kita masih kecil dan remaja dan ingin rasanya kembali ke masa itu.”
Itu yang gua pelajari. Manusia memang tidak pernah puas.Saat kita ada di posisi di mana kita sangat menginginkannya dulu, hal itu menjadi tidak semenarik dulu.
Life is not that simple. Semakin dewasa semakin banyak yang harus kita hadapi. Tanpa disadari kita mulai melakukan semuanya sendiri, tanpa bantuan orang tua kita lagi. Tapi beban yang ditanggung pun semakin banyak. Akibat dari keputusan kita harus kita tanggung sendiri. Bahkan semakin dewasa kita, keputusan kita akan dapat mempengaruhi hidup orang lain.
Andai hidup bisa dibuat lebih sederhana… Tapi memang itulah hidup. Kita dilahirkan oleh Ibu, menikmati masa kecil tanpa ada masalah. Beranjak remaja mulai mengenal cinta, tapi mungkin belum diperbudak oleh cinta. Selain pacar, kita masih punya teman-teman dan orang tua. Tapi kemudian kita beranjak dewasa, mulai hidup terpisah dari orang tua dan mulai merasakan pentingnya keberadaan seseorang yang spesial dalam kehidupan sehari-hari.
Idealnya kita bisa langsung bertemu dengan orang yang tepat dan kemudian menghabiskan sisa hidup kita bersamanya. Tapi lagi-lagi, kenyataannya hidup tidak sesederhana itu. Kita harus melalui pertemuan dan perkenalan dengan beberapa orang sampai akhirnya menemukan orang itu. Kalau beruntung, akan lebih cepat mendapatkannya, yang kurang beruntung mungkin harus menunggu lebih lama dua tahun, lima tahun, atau bahkan ada yang menghabiskan masa tua masih sendirian.
Apalagi kecenderungannya saat ini banyak wanita bekerja. Kalau tidak punya pacar, kan masih punya pekerjaan. Itu yang menyebakan banyak wanita saat ini telat menikah. Karena serba sendiri, banyak juga wanita berpikir tidak membutuhkan pria dalam hidupnya. Tapi gua yakin wanita manapun dalam hatinya yang paling dalam, tidak ada yang mau hidup sendiri terus menerus. Hanya kadang keadaan yang memaksa seperti itu,
Bahkan saat kita merasa sudah menemukan orang yang cocok pun, masih banyak yang harus dipikirkan. Masalah visi ke depan, masalah orang tua dan keluarga, masalah keyakinan (kalau memang berbeda). Ya, nyatanya Tuhan memang tidak membuat hidup mudah untuk dijalani. Tidak ada yang sempurna di dalam hidup ini. Tapi semuanya tergantung dari bagaimana kita memandang hidup itu sendiri. Kadang ketidaksempurnaan justru yang membuat hidup jadi lebih sempurna. Kita harus bisa memandang hidup dengan positif kalau ingin menjalaninya selalu dengan sukacita. Dari hidup yang tidak sederhana dan tidak sempurna itulah kita bisa belajar untuk menjadi lebih dewasa dan lebih memaknai hidup… Saat ini, itu yang sedang gua coba lakukan. Memandang hidup dengan positif..

0 comments:
Post a Comment