Tuesday, 14 October 2014

Our Big Day : Catering - Christ Iwan

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, untuk katering kami sudah menentukan terlebih dahulu, yaitu Christ Iwan. Kenapa yang dipilih Christ Iwan? Sebenarnya waktu itu ada 2 pilihan, Christ Iwan atau Bali Indah. Tapi karena kantor udah sering pakai Bali Indah, teman2 juga banyak yang pakai Bali Indah untuk weddingnya, akhirnya kami memutuskan menggunakan Christ Iwan.   

Semakin yakin menggunakan Christ Iwan pas lihat review orang2 yang rata2 puas karena rasa makanannya enak. Daaan makin yakin lagi gara2 teman bilang : "Christ Iwan masih available? Wah langsung book aja na. Gua dulu mau pakai dia ga bs krn penuh."   

Then tanpa test food dulu langsung deh kita book itu Christ Iwan. Dan hasilnyaaa..... Banyak orang bilang makanannya enak. Yes yes yes. Soalnya menurut kami katering adalah salah satu hal yang penting dalam resepsi pernikahan. Bayangin donk misal gedung udah ok, gaun udah cantik, makeup perfect, dekor indah, eh makanan ga enak. Hmmm nilainya langsung jatuh. Dan rata2 setiap orang aku tanya kalau ke wedding reception yg diinget adalah makanannya enak atau ga.   

Yang paling penting untuk katering juga selain rasa, jangan sampai makanannya kurang. Makanya hitung menghitunglah porsi kateringnya supaya ga kurang. Sekedar tips kalau acaranya malam, makan tengah ga usah terlalu banyak (50% dari jumlah orang pun cukup). Misal undangan = 500, maka asumsi jumlah tamu = 500x2 = 1,000. Jadi porsi makan tengah cukup = 50% x 1,000 = 500 porsi. Sisanya cukup dialihkan ke pondokan.  Sisa kan 500 porsi lagi. Cara menghitung pondokan adalah : asumsinya 1 orang akan makan 4 porsi pondokan. Sooooo, tinggal 500x4 = 2,000 porsi pondokan. Harusnya itu sudah cukup, kecuali tamu yang diundang pada gila makan semua. Hahaha..   

Ini kira2 tampilan dari katering Christ Iwan di wedding ku.












Our Big Day : Venue

And next gua akan mulai membahas beberapa vendor yang gua dan Dody pakai untuk our wedding day.   Pertama-tama yang langsung kita cari adalah Gedungnya. Secara ya.. Dengar dari orang-orang rata-rata booking gedung minimal 1 tahun sebelumnya, bahkan ada yang 2 tahun sebelumnya, sementara gua 10 bulan aja.   Dalam memilih gedung pasti kita punya beberapa kriteria kan ya? Begitu juga dengan gua dan Dody. Ehm sebenarnya lebih tepatnya gua sih yang banyak maunya kalau urusan gedung. Hehehe... Kriteria gua adalah : 
1. Lokasi di sekitar daerah Kuningan, Sudirman, Gatot Subroto dan teman2nya. Alasannya sih sebenarnya supaya di tengah-tengah. Ternyataaa banyak orang yang berpikir sama dengan gua. Hal ini dibuktikan hanya sedikit gedung yang masih tersisa di tanggal yang gua mau. Karena sepertinya tanggal wedding kami itu lumayan favorit juga (semoga memang hari baik). 
2. Gedungnya harus ada karpetnya. Kenapa sih harus ada karpetnya? Karena kalau menurut gua kalau ada karpet kelihatan lebih mewah. Sebenarnya sekarang cukup banyak gedung yang sudah menggunakan karpet jadi ini tidak terlalu sulit dicari. 
3. Parkirannya cukup untuk jumlah tamu yang akan kami undang. Ini sih dalam rangka untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi tamu kami nantinya. Soalnya kami sering punya pengalaman datang ke nikahan orang yang parkirannya susah dan itu lumayan mengganggu. 
4. Rekanan dengan katering yang kami mau. Hal ini karena memang kami sudah lebih dulu memutuskan kateringnya mau apa, jadi pilihan gedung ikut menyesuaikan.   

Nah dari beberapa kriteria itu akhirnya kita memilih gedung SMESCO (UKM) di Gatot Subroto. Gedung ini memenuhi semua kriteria yang gua mau. Tapi ada beberapa hal yang menurut gua minus dari gedung ini : gedung ini menyelenggarakan dua pernikahan dalam 1 hari, yaitu siang dan malam. Kenapa ini suatu kekurangan? Karena kalau gedung ada 2 pernikahan dalam satu hari, agak sulit untuk implementasi dekorasi yang terlalu heboh karena waktu untuk setting nya hanya sedikit (setelah acara siang selesai). Daaan satu lagi kelemahannya adalah gedung ini sistemnya paket. Apa itu sistem paket? Sistem paket itu adalah kita membayar biaya resepsi di gedung itu di mana biayanya bukan hanya sewa gedung saja tapi juga beberapa hal lain yang akan kita butuhkan nantinya, seperti katering, dekorasi dll. Nanti mereka akan menawarkan beberapa pilihan vendor untuk masing-masing. Kalau ternyata kita mau menggunakan vendor di luar rekanan, kita akan kena charge dimana paket hanya dipotong 50% saja. (semogaaa yang baca ngerti dengan apa yang gua maksud.. Heheheh)   

Oya karena gua juga ga gitu suka dengan tipe resepsi yang berdesak-desakan, makanya gua memilih gedung yang kapasitasnya lebih dari jumlah undangan kami. Tapi waktu pas resepsi jujur gua berasa koq ini kaya kosong ya ruangannya karena memang kapasitasnya besar tapi undangan gua cuma 400. Cuma kalau dengar dari teman2 yang datang waktu itu katanya mereka ngerasa nyaman karena ga berdesak-desakan.   

Hmm. Sempat ketinggalan. Waktu itu kita dapat bonus juga WO pas hari H. Karena kita memang ga pakai WO untuk preparation wedding nya, makanya bonus WO pas hari H sangat sangat membantu.

Our Big Day : Akad Nikah - Masjid Sunda Kelapa

Daaaan setelah lama sekali tidak ada waktu untuk blogging, akhirnyaaa gua kembali lagi. Sebenarnya sangat banyak yang terjadi dari terakhir kali nulis di blog ini. Jujur gua merasa hidup gua serasa di fast forward selama almost 2 tahun ini.   Setelah membahas our big decision sebelumnya, gua mau share sedikit tentang our wedding, baik untuk akad nikah maupun resepsinya.

Untuk akad nikah kita memilih Mesjid Sunda Kelapa sebagai tempatnya. Alasan pemilihan mesjid ini adalah karena lokasinya yang cukup dekat dengan hotel dan tempat resepsi dan karena Dody pernah bilang kalau papanya pengen salah satu anaknya ada yang bisa nikah di Mesjid Sunda Kelapa atau di Mesjid Atin. Akhirnya sepakatlah kami untuk memilih Mesjid Sunda Kelapa.   Pada saat gua telepon pas banget di tanggal yang kita mau, yaitu 21 September 2013 masih available. Karena waktu gua telepon itu akhir tahun 2012, harga sewa masih pakai harga lama. Padahal begitu masuk tahun 2014 harga naik dan naiknya lumayan signifikan kalau dihitung naik dua kali lipat. Langsung saja aku booking besoknya setelah berdiskusi dengan Dody. Waktu itu gua berhubungan dengan Pak Muhammad. Orangnya asyik and ngocol.   

Karena akad nikah akan dilangsungkan di Mesjid Sunda Kelapa, maka KUA nya pun adalah KUA Menteng. Daaan karena ga ada satupun dari gua dan Dody yang rumahnya di Menteng (kapaaan bisa tinggal di sini?? *ngarep) jadilah kita harus mengurus surat numpang nikah. Apalagi buat gua yang KTP nya masih KTP Tasikmalaya padahal udah domisili di Jakarta. Haruslah gua mengurus itu di Tasikmalaya. Beruntung ortu bisa backup di Tasik n langsung contact orang-orang terkait. Dokumen selesai dalam waktu singkat.   

Mesjid Sunda Kelapa itu kan cukup besar sementara keluarga gua itu sangat kecil sekali. Bayangkan.. Keluarga Papi semuanya non muslim sementara Mami anak tunggal. Jadilah akad nikah hanya dihadiri oleh Nenek dari Mami, Mami, Papi n adik tersayang. Untung ada teman baik Papi n istrinya yang datang juga. Boleh dibilang pas lagi akad nikah itu Mesjid Sunda Kelapa jadi berasa lapaaang banget.   

Sebagai gambaran ini lho Mesjid Sunda Kelapa pas acara akad nikahnya.   

Oya untuk contact Mesjid Sunda Kelapa Muhammad - 08159521962

Masjid Sunda Kelapa dari depan






Luasnya masjid vs. family yang hadir






Sah sah sah

Copyright © 2014 MAMIHIKA JOURNAL