Our Big Day : Venue
And next gua akan mulai membahas beberapa vendor yang gua dan Dody pakai untuk our wedding day. Pertama-tama yang langsung kita cari adalah Gedungnya. Secara ya.. Dengar dari orang-orang rata-rata booking gedung minimal 1 tahun sebelumnya, bahkan ada yang 2 tahun sebelumnya, sementara gua 10 bulan aja. Dalam memilih gedung pasti kita punya beberapa kriteria kan ya? Begitu juga dengan gua dan Dody. Ehm sebenarnya lebih tepatnya gua sih yang banyak maunya kalau urusan gedung. Hehehe... Kriteria gua adalah :1. Lokasi di sekitar daerah Kuningan, Sudirman, Gatot Subroto dan teman2nya. Alasannya sih sebenarnya supaya di tengah-tengah. Ternyataaa banyak orang yang berpikir sama dengan gua. Hal ini dibuktikan hanya sedikit gedung yang masih tersisa di tanggal yang gua mau. Karena sepertinya tanggal wedding kami itu lumayan favorit juga (semoga memang hari baik).
2. Gedungnya harus ada karpetnya. Kenapa sih harus ada karpetnya? Karena kalau menurut gua kalau ada karpet kelihatan lebih mewah. Sebenarnya sekarang cukup banyak gedung yang sudah menggunakan karpet jadi ini tidak terlalu sulit dicari.
3. Parkirannya cukup untuk jumlah tamu yang akan kami undang. Ini sih dalam rangka untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi tamu kami nantinya. Soalnya kami sering punya pengalaman datang ke nikahan orang yang parkirannya susah dan itu lumayan mengganggu.
4. Rekanan dengan katering yang kami mau. Hal ini karena memang kami sudah lebih dulu memutuskan kateringnya mau apa, jadi pilihan gedung ikut menyesuaikan.
Nah dari beberapa kriteria itu akhirnya kita memilih gedung SMESCO (UKM) di Gatot Subroto. Gedung ini memenuhi semua kriteria yang gua mau. Tapi ada beberapa hal yang menurut gua minus dari gedung ini : gedung ini menyelenggarakan dua pernikahan dalam 1 hari, yaitu siang dan malam. Kenapa ini suatu kekurangan? Karena kalau gedung ada 2 pernikahan dalam satu hari, agak sulit untuk implementasi dekorasi yang terlalu heboh karena waktu untuk setting nya hanya sedikit (setelah acara siang selesai). Daaan satu lagi kelemahannya adalah gedung ini sistemnya paket. Apa itu sistem paket? Sistem paket itu adalah kita membayar biaya resepsi di gedung itu di mana biayanya bukan hanya sewa gedung saja tapi juga beberapa hal lain yang akan kita butuhkan nantinya, seperti katering, dekorasi dll. Nanti mereka akan menawarkan beberapa pilihan vendor untuk masing-masing. Kalau ternyata kita mau menggunakan vendor di luar rekanan, kita akan kena charge dimana paket hanya dipotong 50% saja. (semogaaa yang baca ngerti dengan apa yang gua maksud.. Heheheh)
Oya karena gua juga ga gitu suka dengan tipe resepsi yang berdesak-desakan, makanya gua memilih gedung yang kapasitasnya lebih dari jumlah undangan kami. Tapi waktu pas resepsi jujur gua berasa koq ini kaya kosong ya ruangannya karena memang kapasitasnya besar tapi undangan gua cuma 400. Cuma kalau dengar dari teman2 yang datang waktu itu katanya mereka ngerasa nyaman karena ga berdesak-desakan.
Hmm. Sempat ketinggalan. Waktu itu kita dapat bonus juga WO pas hari H. Karena kita memang ga pakai WO untuk preparation wedding nya, makanya bonus WO pas hari H sangat sangat membantu.

0 comments:
Post a Comment